Tiba tiba ada suatu kebosanan dalam hidup ini. Jangan salah tafsir ! Yang dimaksud disini adalah bukan bosan-hidup. Kalau boleh meminjam istilah anak-anak gaul, mereka menyebutnya BT atau be-te (Boring Time).
Biasanya kebosanan itu timbul oleh karena rutinitas. Pekerjaan yang dilakukan itu-itu dan begitu-begitu saja, sehingga menyebalkan. Atau sedang menghadapi masalah yang belum menemukan pemecahannya. Kalau sudah begini akibatnya timbul stress, depressi dan semacamnya.
Tiba-tiba muncul keinginan untuk menyendiri. Ingin lari dari masalah tersebut. Karena semua orang yang dipercaya tidak bisa membantu memecahkan masalah.
Menyendiri terkadang perlu dibutuhkan, tapi jangan sekali-sekali lari dari masalah. Sebab kalau Anda lari dari suatu masalah, berarti Anda menciptakan masalah baru. Ingin menyendiri itu wajar. Barangkali ditempat yang tenang yang jauh dari gangguan siapapun dan apapun barangkali Anda bisa menumpahkan air-mata sepuas-puasnya. Setelah itu Anda merasakan sedikit lega. Kemudian Anda mencoba untuk merenung. Didalam merenung siapa tau tanpa di duga Anda mendapatkan inspirasi menemukan jalan memecahkan masalah Anda.
Bagi para seniman baik itu pelukis, penyair, pengarang, koreografer dan lain sebagainya. Hal menyendiri sudah bukan hal yang aneh lagi bagi mereka. Terkadang tingkah mereka seperti orang-gila. Padahal mereka sedang mencoba mengekspresikan inspirasi seni yang mereka peroleh ketika sedang menyendiri ditempat yang tenang.
Sayapun juga seperti Anda. Sering dalam hidup saya ada saat-saat ingin menyendiri dan sendiri. Karena saya ingin mencari apa kekurangan didalam pribadi saya. Kalau bicara tentang kekurangan pada diri saya. Sudah barang tentu banyak kekurangan saya dibanding Anda. Tapi saya tidak mau melihat kekurangan saya itu sebagai penghambat dalam hidup saya. Justru didalam melihat kekurangan-kekurangan itulah saya bisa melihat diri saya yang seutuhnya.
Tuhan sudah menciptakan manusia sedemikian rupa yang terdiri dari kelebihan dan kekurangan. Dalam satu sisi saya merasa kekurangan saya, tapi dalam sisi lain saya merasa mempunyai kelebihan. Saya sekarang baru menyadari bahwa Tuhan tidak memberi saya harta yang berlimpah, kekuasaan atau jabatan. Tapi disisi lain Tuhan memberi saya banyak hal yang tidak semua orang bisa memilikinya.
Demikian juga Anda barangkali diberi harta yang berlimpah, jabatan atau kekuasaan, istri yang cantik, suami yang tampan dan lain sebagainya. Tapi saya yakin Anda pasti masih merasa memiliki suatu kekurangan. Itulah tadi, Anda tidak memiliki seperti apa yang saya miliki.
Apakah kebosanan dalam hidup Anda karena Anda tidak bisa memiliki seperti yang Anda idolakan? Ini yang berbahaya. Kalau perasaan ini selalu datang pada Anda, bersiaplah untuk menghadapi stress dan depressi.
Berpikir dan bertindak positip. Menggali segala potensi dan milik Anda yang tidak dimiliki orang lain adalah lebih baik daripada selalu berusaha untuk memiliki yang bukan milik Anda.
Menyendiri terkadang merupakan teraphy yang baik, asal jangan membiarkan angan-angan kita kosong mengembara entah kemana. Ini juga berbahaya karena jiwa dan pikiran tidak terkontrol lagi. Kalau Anda sering membiarkannya begitu, bersiaplah untuk mendapatkan gangguan jiwa. Gunakanlah momen menyendiri ini untuk berpikir positip. Cobalah pada saat hening melakukan tafakur atau melakukan samadhi atau melakukan pendekatan kepada Sang Khalik, Sang Pencipta Alam Semesta. Kosongkan jiwa dan pikiran yang membebani kita. Cobalah bayangkan Anda sedang mengisi jiwa dan pikiran Anda dengan sesuatu yang bersih. Lakukan selama Anda mampu. Ciptakanlah rasa menyatu dengan Sang Pencipta. Cobalah berkomunikasi dengan bahasa hati dan jiwa.
Kalau Anda melakukannya dengan sabar dan tekun, niscaya Anda akan mendapatkan pencerahan. Tidak perlu datang ke Psikiater ataupun Paranormal. Anda bisa melakukannya sendiri. Setiap manusia memiliki potensi memperbaiki dirinya.
Yang saya utarakan disini adalah pengalaman saya pribadi. Bukan bermaksud menggurui atau sok tau. (Maaf bukannya saya sok tau, tapi ini pengalaman pribadi. Meminjam gaya bicara pok Mumun di Bajaj Bajuri …)
***


0 komentar:
Posting Komentar